Kamis, 02 Agustus 2012

Jenis Kabel Listrik (NYA, NYM dan NYY)


Perbedaan Antara Kabel Listrik NYA, NYM dan NYY

KABEL LISTRIK

Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik terdiri dari isolator dan konduktor. Isolator adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya terbuat dari karet atau plastik, sedangkan konduktor terbuat dari serabut tembaga atau tembaga pejal.

Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan oleh KHA (kemampuan hantar arus) yang dimilikinya dalam satuan Ampere. Kemampuan hantar arus ditentukan oleh luas penampang konduktor yang berada dalam kabel listrik. Sedangkan tegangan listrik dinyatakan dalam Volt, besar daya yang diterima dinyatakan dalam satuan Watt, yang merupakan perkalian dari :
“Ampere x Volt = Watt”
Pada tegangan 220 Volt dan KHA 10 Ampere, sebuah kabel listrik dapat menyalurkan daya sebesar 220V x 10A = 2200 Watt.

KABEL N.Y.A

Biasanya digunakan untuk instalasi rumah dan sistem tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, dan seringnya untuk instalasi kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air dan mudah digigit tikus.
Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.



KABEL N.Y.M

Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan sistem tenaga. Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.

KABEL N.Y.Y

Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.



SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK

            Bagian-bagian yang terpenting untuk penyaluran tenaga lsitrik antaran lain sebagai berikut :
1.      Sumber Tenaga Listrik
Disini sumber tenaga untuk system jaringan yang kecil diambil dari pembangkit-pembangkit listrik ( misalnya, PLTA, PLTD dll ).
Untuk Sistem jaringan yang besar sumber tenaga listrik diambil; dari Gardu Induk, karena pada Gardu Induk tempat terkumpulnya tenaga listrik dari pembangkit-pembangkit listrik.

2.      Jaringan Distribusi Tegangan Tinggi
Disini dibagi menjadi dua macam :
a.       Teganan Tinggi ( 30 Kv, 70 Kv, 150 Kv )
b.      Tegangan Menengah  ( 6 Kv, 20 Kv )
Jaringan Tegangan Tinggi  ini dipakai untuk menghubungkan antara Gardu Induk dengan Gardu Induk; Pembangkit dengan Gardu Induk.
Jaringan Tegangan Menengah untuk menghubungkan dari Gardu Induk ke Gardu Bagi.

3.      Gardu Induk
Hasil tenaga listrik dari pembangkit-pembangkit dikumpulkan pada Gardu Induk, dari Gardu Induk ini tenaga listrik akan dibagi-bagikan ke Gardu Induk lain atau ke Gardu Hubung.

4.      Gardu Hubung
Tenaga listrik yang ada di Gardu Induk dibagi-bagikan ke Gardu Hubung, disini Gardu Hubung berfungsi membagi-bagikan ke Gardu Distribusi, biasanya dengan tegangan menengah.



5.      Gardu Distrubusi
Tegangan menengah dari Gardu Hubungan tersebut sebelum dibagikan ke konsumen diturunkan lebih dahulu di Gardu Distribusi.

6.      Jaring Distribusi Tegangan Rendah
Tegangannya sama dengan tegangan pada konsumen / pamakai.
Jaringan ini untuk menyalurkan tenaga listrik dari Gardu Pembagi ke Pemakai / Konsumen.
 






























PERSYARATAN SISTEM DISTRIBUSI

            Pada umumnya pada bagian system penyaluran tenaga listrik baik untuk tegangan tinggi maupun tegangan rendah yang paling banyak mengalami gangguan-gangguan yang bias mengganggu kontinuitas aliran tenaga listrik untuk komsumen.
Sedangkan para konsumen mengharapkan adanya :
1.      Kontinuitas aliran listrik harus terjamin
2.      Keselamatan panduduk dengan adanya jaringan listrik harus terjamin
3.      Mutu kwalitas tegangan yang pada titik-titik bebenar-benar harus memenuhi persyaratan minimal.
4.      Keselamatan / keamanan dari alat-alat kepunyaan konsumen harus dijamin keamanannya apabila ada gangguan jaringan Distribusi.

Untuk mendapatkan hal-hal tersebut di atas maka harus diperhatikan mengenai Perencanaan system Distribusi yaitu :
1.      Masalah Kelistrikan
Misalnya antara lain  :  tegangan, rugi-rugi daya, alat pengaman, pengetanahan dan
                                     lain-lain.
2.      Masalah Mikanis
Misalnya  :  gaya tegangan kawat ( strees ), andongan ( S ag ), jenis kawat / kabel,
                    Isolator dan lain-lain.
3.      Masalah Kostruksi
Misalnya  :  macam tiang ( untuk saluran udara ), fondasi tiang, penanaman kabel
                    ( saluran dalam tanah ), bentuk bangunan gardu-gardu, serta keadaan
                    alam sekitar lintasan system Distribusinya dan lain-lain.







KLASIFIKASI SISTEM DISTRIBUSI

            Sistem penyaluran tenaga listrik dapat di klasifikasikan dari bermacam-macam segi :
1.      Berdasarkan Arus Listrik
-          Sistem distribusi arus searah  ( D C  Distribution Systems )
-          Sistem distribusi arus bolak-balik ( A C  Distribution Systems )
2.      Berdasarkan Ukuran Tegangan
-          Sistem penyaluran tenaga tegangan tinggi
Misalnya   :  6 Kv, 20 Kv, tegangan menengah
                     30 Kv, 70 Kv, 150 Kv, tegangan tinggi
-          Sistem penyaluran tenaga tegangan rendah.
Misalnya  :  127 / 220 V,  220 / 380 V.
3.      Berdasarkan Bentuk Jaringan
-          Jaringan radial terbuka
-          Jaringan tertutup
-          Jaringan Mesh.

Jaringan Radial Terbuka
Sistem jaringan yang sederhana seperti pada gambar, adalah dengan system 3 phasa maupun 1 phasa.
Adapun system seperti tersebut masih mempunyai kekurangan-kekurangan antara lain :
  1. Apabila ada gangguan pada system jaringan tersebut misalnya pada Trafo jaringan tegangan tinggi, maka harus ada pemadaman, karena hanya ada satu saluran saja.  Sehingga kontinuitas pelayanan kurang terjamin.






  1. Kapasitas pelayanan/pengiriman beban lebih besar.
 








                                                   Jaringan Paralel

Bentuk Jaringan Tertutup
Biasanya sumber-sumber tenaga listrik dikumpulkan pada Gardu Induk.
Dari Gardu Induk ini tenaga listrik dibagikan ke Gardu-Gardu Hubung, jadi setiap Gardu Hubung diisi/dilayani oleh 2 saluran.  Jaringan system ini mempunyai kontinuitas pelayanan dan mutu tegangan lebih baik.
Bentuk Jaringan Bersimpul Banyak
Bentuk jaringan lebih sempurna/kompleks dari jaringan tertutup.  Hanyak berbeda karena pada system jaringan ini mempunyai :
a.       Gardu Induk lebih dari satu dan antara gardu induk dan gardu induk ada hubunannya/parallel.
b.      Setiap Gardu Induk menerima tenaga listrik dari pembangkit tenaga listrik.

 









































4.      Berdasarkan Cara Pemasangan
Dengan cara :
-          Saluran Udara  ( Over head linees )
-          Saluran bawah tanah  ( Under gronnd cables )
5.      Untuk Penyaluran Sistem Arus Bolak – Balik Dapat Berupa :
Sistem distribudi  1 phasa, 2 phasa, 3 phasa.


























PERLENGKAPAN SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK

Perlengkapan-perlengkapan utama antara lain sebagai berikut :
1.      Transformator
2.      Penghantar
3.      Tiang listrik
4.      Alat-alat Pelindung
5.      Isolator

1.      Transformator
Berfungsi untuk merubah tegangan listrik.  Transformator ini dapat menaikkan              ( step Up ) maupun menurunkan tegangan ( Step Down ).
Jenis transformator untuk 1 phasa maupun 3 phasa.
Untuk transformator  3 phasa banyak dipakai dengan hubunan bintang segitiga         ( Yd ), maupun segitiga bintang ( Dy ).
Ukuran transformator antara lain sebagai berikut, 3 KVA, 5 KVA, 10 KVA, 25 KVA, 37,5 KVA, 50 KVA, 100 KVA  dan lain-lain.
2.      Penghantar
Untuk penyaluran tenaga listrik yang kecil ( beban kecil ) dipakai penghantar tembaga dan biasanya dipakai kawat tembaga terbuka ( Bare Copper Conductor ) dan pada tempat-tempat tertentu memakai kawat penghantar berisolasi.
Untuk system penyaluran tenaga yang besar ( beban yag besar ) dipakai kawat alumunium ( ACSR ).
Bentuk penghantar bias bermacam-macam antara lain :
a.       Penghantar tembaga untuk ( Solid )
b.      Penghantar tembaga bverurat banyak ( strainded )
c.       Penghantar tembaga berlobang ( Hallow )
d.      Penghantar telanjang ( termasuk No. a, b, c )
e.       Penghantar berisolasi atau kabel tanah.
3.      Tiang Listrik
Berfungsi untuk menahan penghantar agar dalam penyaluran tenaga listrik dapat bebas dari gangguan-gangguan.
Dalam system penyaluran tenaga dikenal beberapa macam tiang listrik antara lain :
  1. Tiang kayu
  2. Tiang besi
  3. Tiang Beton
Tiang Kayu
Dipakai karena pengerjaannya sederhana dan harga relative lebih murah dari jenis tiang lainnya.  Biasanya dipakai jenis kayu besi, jati dan lain-lain.
Tiang Besi
Memakai tiang ini diinginkan konstruksi lebih kuat.
Tiang Beton
Jenis tiang ini jarang dipakai karena konstruksinya lebih sukar dibandingkan dengan jenis lainnya.
4.      Alat Pelindung
Untuk melindungi system dari  gangguan diperlukan alat-alat pelindung agar bila ada gangguan tidak akan berakibat fatal terhadap alat-alat yang penting.
Alat pelindung antara lain berupa :
-          Alat pelindung arus / beban lebih
-          Alat pelindung tegangan lebih
Untuk bentuk jaringan yang makin sempuran ( missal, Mesh ) maki banyak tipe alat pelindung.
Adapun alat pelindung berfungsi :
-          Melindungi system dari beban lebih
-          Mengisolir bagian system yang kena gangguan
-          Melindungi dari gangguan petir
-          Melindungi terhadap gangguan fisik dari luar.

5.      I s o l a t o r
Fungsi Isolator
Fungsi dari segi listrik :
Mengisolasi / menyekat antara  :
-          Kawat phasa dengan tanah
-          Kawat phasa dengan kawat phasa
Fungsi dari segi mekanik :
-          Menahan berat dari kondoktor / kawat
-          Menahan adanya perubahan konduktor akibat perbedaan temperature dan angina.
-          Mengatur jarak dan sudut antara konduktor / kawat.
Berdasarkan jenis bahan isolator :
-          Isolator gelas
-          Isolator keramiki
Biasanya untuk jaringan distribudi tegangan rendah banyak dipakai isolator gelas dan untuk tegangan tinggi banyak dipakai isolator keramik.
Isolator gelas bersifat mengkondansir kelembaban usara, sehingga lebih sudah debu-debu melekat dipermukaan isolator gelas tersebut, sehingga kalu dipakai untuk tegangan tinggi makn mudah terjadinya peristiwa kebocoran arus listrik ( leakage currant ) lewat permukaan isolator tersebut yang berarti mengurangi sifat isolasinya.
Kalau isolator keramik sukar dipengaruhi oleh perubahan suhu / temperatir dan dibandingkan dengan bahan dari gelas, bahan persolin lebih kuat.

Menurut kontruksinya, isolator dapat dibagi atas :
  1. Isolator gantung ( auspension type insulator )
  2. Isolator tarik ( strain type insulator )
  3. Isolator pasak ( pin type insulator )
Jenis No. 1  dan No. 2  banyak dipakau untuk tegangan tinggi ( S.U.T.T. ) dan untuk tegangan menengah dan tegangan rendah banyak dipakai isolator jenis pasak dan hanya pada tiang-tiang sudut dan tiang-tiang achir baru dipergunakan isolator tarik, guna menahan gaya tarik kesamping dan gaya tarik lurus, disamping itu juga untuk menahan gaya berat penghantar.





PENGGUNAAN MACAM-MACAM BENTUK ISOLATOR DALAM JARINGAN TEGANGAN RENDAH



MACAM ISOLATOR MENURUT TEGANGANNYA

 











Gambar    a) Isolator untuk tegangan rendah
                 b) Isolator untuk tegagan tinggi

Maka makin tinggi tegangan :
-          Besar dan berat lebih besar
-          Lekuk / sirip lebih banyak / dalam


 








Gambar   c) Bentuk dari bermacam Isolator, menurut besar kecilnya tegangan.


ISOLATOR UNTUK TEGANGAN MENENGAH DAN TEGANGAN TINGGI

1.                                                                                                                                                            2.













Gambar   1  dan  2
Berat dari dua macam isolator yang berbeda menurut / berdasarkan tegangannya.
 











Untuk tegangan yang berbeda maka jumlah isolator juga tidak sama jumlahnya, untuk type isolator gantung.  ( Suspension type insulator )

KEBOCORAN ISOLATOR

Apabila daya penyekat dari isolator tidak baik maka akibatnya aka ada arus listrik yang mengalir dari konduktor ke tanah melalui tiang listrik.













Percobaan :
-          Percobaan untuk mengetahui isolator dalam keadaan tidak baik/ bocor ataupun dalam keadaan baik.
Terminal A dan B  diberi sumber tegangan dan dipasang mili ampere meter.
-          Apabila ampere meter menunjuk berarti antara konduktor dan tangkai / tiang ada liran listrik jadi isolator tersebut dalam keadaan bocor.
-          Apabila ampere meter tidak menunjuk berarti isolator tersebut dalam keadaan baik.

Percobaan 2
-          Pada posisi No. 1
Isolator diletakan berdiri tegak artinya dalam keadaan normal mili ampere meter tidak akan menunjuk.
-          Pada posisi No. 2
Isolator diletakan miring, mili ampere masih tetap belum menunjuk berarti belum ada kebocoran arus.
-          Pada posisi No. 3
Isolator diletakan terbalik, mili ampere akan menunjuk, karena ada kebocoran arus listrik karena melalui bagian dalam kemasukan air hujan.
 





























GANGGUAN PADA TRANSMISI TENAGA LISTRIK

Didalam penyaluran tenaga listrik dari pembangkit sampai ke pemakai tenaga listrik atau konsumen, sering dijumpai bermacam-macam gangguan.
Kurang lebih 2/3 bagian dari seluruh gangguan adalah terletak pada saluran transmisinya.
Gangguan-gangguan tersebut antara lain disebabkan oleh karena sbb. :
-          gangguan mekanis
-          gangguan thermis
-          gangguan yang diakibatkan oleh tegagan lebih listrik.
Gangguan seperti tersebut diatas antara lain dapat menyebabkan :
-          gangguan hubung singkat
-          gagguan ketanah
-          konduktor putus
-          isolator retak, dll
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada saluran transmisi tegangan tinggi antara lain sbb :
1)      Petir
Gangguan dari petir ini dapat menyebabkan terjadinya tegangan lebih yag dikenal dengan nama surya petir ( lightning surge ).
2)      Burung-burung atau daun-daun
Jika burung-burung ataupun daun-daun yang berterbangan dan mendekati isolator gantung maka akan terjadi berkurangnya “CLEARACE” ( kelonggaran ) sehingga akan timbul FL OVER.
3)      Polusi ( debu )
Debu menempel pada isolator yang berarti akan mengurangi sifat isolasi dari isolator tersebut dan juga dapat menyebabkan “FLASH OVER”
4)      Keretakan isolator yang mungkin diakibatkan oleh karena peristiwa mekanis maupun thermi, ini dapat mengakibatkan terjadinya “BREAK DOWN” apabila ada petir yang menyambar.


GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

Pada peristiwa gangguan hubung singkat akan menimbulkan arus lebih ( over courant )
Arus lebih tersebut atau arus gangguan besarnya tergantung dari pada :
-          jenis dan sifat gangguan hubung singkat tersebut
-          kapasitas dari power atau tenaga pada sistem
-          methode hubungan netral dari transformator
-          jarak terjadinya hubung singkat tersebut.
Macam-macam gangguan hubung singkat yag mugkin terjadi antara lain :
-          gangguan satu phasa ke tanah
-          ganguan antara phasa dengan phasa
-          gangguan dua phasa ke tanah
-          gangguan tiga phasa.
 











Dengan adanya gangguan hubung singkat tersebut akan mengakibatkan :
-          pelayanan kepada kunsumen menjadi terganggu
-          terjadi penurunan tegangan pada sistem
-          merusak peralatan-peralatan yag dekat dengan gangguan tersebut.
-          Mengurangi stabilitas dari kerja parallel dari beberapa mesin ( generator ).



GANGGUAN TEGANGAN LEBIH

Terdapat dua macam tegangan atau tegangan surya pada system jaringan listrik, antara lain sbb. :
1.      Surya hubung ( switchin surge ), yang pada prinsipnya disebabkan oleh pemutusan saluran listrik yang berbeban.
2.      Surya petir ( lightning surge ), tegangan surya ini yang disebabkan oleh karena sambaran petir pada jaringan.
Tegangan surya ini sangat tinggi, terutama tegangan surya yang diakibatkan karena petir, sehingga bila system ini terkena gangguan tidak dilidungi akan mengakibatkan kerusakan-kerusakan pada peralatan yang dilalui oleh tegangan surya tersebut.
Faktor gangguan petir pada umumnya dihindari dengan suatu system perlindungan yang tepat.
Sistem perlindungan tegangan surya pada suatu system tenaga listrik umumnya berfungsi “Untuk membatasi tegangan surya dengan melewatkan tegangan surya tersebut ke tanah”

Gelombang petir tersebut berjalan pada konduktor dan perjalannya bentuk gelombang petir mengalami perubahan.  Pada umumnya kecuraman makin berkurang dan ekornya lebih panjang, seperti pada gambar.
 












Jadi semakin jauh dari gangguan, tegangan tidak begitu tinggi.
Dari penyelidikan diperkirakan bahwa untuk mencapai harga puncak berkisar antara 0 sampai 90 micro detik.  Sedang untuk mencapai  ½  dari harga puncak pada ekor gelombang antara  3 sampai  200 micro detik.

 



























ALAT PENGAMAN TERHADAP SURYA PETIR SECARA LANGSUNG

Dititk tempat pukulan petir umumnya mempunyai kenaikan tegangan dan arus yang sangat tinggi.  Bila pukulan sudah begitu besar, perlindungan yang diberikan alat-alat pelindung petir (lightning arrester) tidak akan mencukupi lagi.  Karena itu pada tempat-tempat yang penting misalnya : Gardo Tramsformator, Sentral-Sentral Pembangkitan dll, biasanya ditambah dengan tiang-tiang pelindung dan dilenkapi dengan kawat tanah.
Perlindungan ini pada prinsipnya ialah mengusahakan agar pukulan petir mengenai dahulu konduktor pelindung yang telah dihubungkan baik dengan tanah dan dibuat tahanan tanah sekecil mungkin (kurang dari 4 ohm).
Dengan cara tersebut dapat diperoleh tegangan pada konduktor pelindung sedemikian sehingga cukup aman terhadap kekuatan isolasi dan kawat yang dilindungi.
Faktor-faktor yang menentukan system perlindungan ialah :
1.      Besarnya sudut perlindungan.
 

Daerah yang dilindungi
berbentuk kerucut dengan sudut 30 derajat





Dan apabila keadaan tanah itu baik ( tahanan tanah / ground resistance) kecil, daerah yang baik mendapat perlindungan sampai 45 derajat.



2.      Besarnya tahanan tanah.
Tahanan tanah harus diusahakan sekecil mungkin agar penurunan tegangan akibat arus petir cukup kecil.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai tahanan tanah dalam system pengetahanan antara lain sbb. :
1.      Susunan tanah, missal : tanah liat, pasir, batu dll.
2.      Suhu tanah yang ditanami electrode.
3.      Kadar air tanah
4.      Type konduktor dari kawat tanah.

*) Pengaman lebur pita ( STRIP FUSE )
Jenis pengaman ini mempunyai batas arus yang lebih luas/tinggi dari pada jenis pengaman sekrup.
Jenis ini mempunyai ukuran dari  6.500 Amper.
Bahan dibuat dari [plat tembaga dan timbel sebagai elemen leburnya.

*) Pengaman lebur kawar (WIRE FUSE)
Bentuk sama dengan pelebur pita dan pada jenis ini mempunyai batas arus yang lebih kecil dan penampang elemn leburnya berbentuk lingkaran.

*) Pengaman pipa gelas (GLASS TUBE CARTRIDE FUSE)
Digunakan untuk arus yang kecil dan tegangan rendah.




*) Pengaman pipa terbuka
Mempunyai arus rating yang besar sampai 1.000 Amper.
Digunakan untuk saluran induk instalasi penerangan maupun tenaga.
Pengaman ini terdi5ri dari pipa porselin dan pada kedua ujungnya diberi pisau kontak dan didalmnya terdapat elemen leburnya.

*) Pengaman lebur untuk tegangan tinggi
Sewaktu elemen lebur putus akan timbul panas yang sangat tinggi dan timbul busur api yan sangat besar.
Untuk menyerap panas yang timbul digunakan pasir kwarsa (UARTZ SAND), yang diisikan ke dalam tabung.
Pemasangan dapat dimasukkan kedalam fuce holder dan dapat juga diberi pisau kontak.










SWITCH / SAKLAR

Fungsi dari saklar adalah membuka dan menutup rangkaian listrik.
Macam-macam Switch :
1.      Knife switch ( Saklar Pisah )
Dipakai untuk membuka dan menutup rangkaian yang kepasitas tegangan dan arus rendah.
Misalnya pada penerangan atau tenaga yang kecil.



2.      Disconnecting Swirch ( Saklar Pisah )
Biasanya mengapit CB, jadi banyak di pakai di gardu yang berguna untuk memisahkan CB dari Rel dan juga dapat untuk memindahkan /
membagi rangkaian Rel.


 










3.      Air Breake Switch ( Load Break Switch )
 

Yaitu sejenis disconnecting switch tetapi dapat dibuka dan ditutup pada waktu keadaan berbeban.


























CIRCUIT BREAKER

Fungsi dari alat ini untuk memutuskan / menyambung rangkaian listrik pada waktu ada gangguan arus lebih alat dapat memutuskan denga sendirinya.

Macam dari Circuir Breaker.
*) O C B  :  Kontaknya tercelup kedalam minyak yang berguna untuk memadamkan
                    busur api listrik.

 















*)   Pemutus beban saluran udara : ( Air Beast Circuit Breaker )
Biasanya untuk batas tegangan 33 KV dampai dengan 765 KV.
Busur api dimatikan oleh semburan udara, dan semburan semburan udara dapat berfungsi untuk membuka dan meutup kontak.




CARA KERJA PEMUTUS BEBAN MINYAK ( O.C.B. )

Pada saat terjadi gangguan arus lebih, maka relay pengaman akan bekerja menggerakkan kontak pemutus beban tersebut dengan tenaga mekanis.  Untuk ukuran pemutus beban yang kecil, relay pengaman menggunakan “SELENOID” dan tenaga mekanisnya diambil dari tekanan balik pegas.
Bila “TRIPPING COIL” mendapat aliran arus listrik, akibatnya LENGAN PENAHAN akan terpukul sehingga ujung penahan akan bergerak turun dan akan melepaskan PLUNGER, yang mendapat gaya tarik dari pegas pembuka yang semula menaham KONTAK GERAK pada kondisi tertutup.
Kontak-kontak dari pemutus beban jenis ini ditempatkan dalam minyak seperti pada gambar :
 











Keterangan :
  1. Closing coil                             5.  Penahan                             
  2. Plunger                                    6. Tongkat
3.   Tripping coil                            7. Lengan
4.   Plunger




 Ggr. A  : OCB dalam keadaan
               terhubung
Gbr B  : OCB dalam keadaan
              Akan terlepas/membuka
Gbr C  : OCB dalam keadaan
              terlepas membuka


























CARA KERJA PEMUTUS BEBAN SEMBURAN UDARA

Pada saat terjadi gangguan arus lebih maka relay pengaman akan mendapat rangsangan dan rangsangnya tersebut diteruskan ke RELAY BUKA dan KLEP BUKA.  Akibatnya dari kedua alat tersebut terbuka, maka akan menyebabkan adanya usara mauk dari KOMPRESOR.
Udara yang bertekanan tinggi tersebut akan menekan  PISTON kebawah berarti akan menutuskan hubungan kontak dari pemutus beban tersebut.  Putusnya kontak tersebut akan mengakibatkan timbulnya bunga api listrik, tetapi dengan lewatnya udara yang bertekanan tersebut bunga api akan dihembus keluar lewat LUBANG PELEPASAN.
Dan apabila menutup kembali maka RELAY TUTUP bekerja dan juga KLEP TUTUP nya, akibatnya udara dari kompresor masuk dan PISTON akan bergerak keatas, dengan sendirinya kontak aka berhubungan lagi.
 













Keterangan :
T          : Terminal                                            RB       : Relay Buka
Bb       : Batang Besi                                       RT       : Relay Tutup
P          : Piston                                                KB      : Klep Buka
Rp       : Relay Pengaman                               KT       : Klep Tutup
                                                                        K         : Kompresor
Tekanan udara besanya 75 kg/cm² dan  mempunyai  kapasitas  pemutusnya sampai        25.000 MVA.
*)   Pemutus Hampa ( Vacum Circuit Breaker )
Kehampaan yang tinggi ( ± 10        mmhg )
Karena ruang yang hampa sekali itu memupyani daya isolasi yang sangat tinggi.
Pada akhir ini baru dikembangkan untuk tegangan kurang dari 15 KV
*)   Pemutus Beban Hembusan Magnit ( Magnetic Air Circuit Bteaker )
Busur api dihembus oleh arus yang akan diputus itu sendiri kedalam ruang pemutus busur api.
Pemutus beban dipasang didalam kontak hubung tertutup
Biasanya jenis ini dipakai untuk tegangan dibawah 15 KV.













5 komentar:

  1. gambar gk muncul dan letaknya berantakan.
    perlu diperbaiki lagi mas abang bro...
    udah saya tekan F5 berkali-kali tetep aja gambar tidak muncul dan letak gambar berantakan...
    disayangkan memang...padahal ini blog yang bagus.

    BalasHapus
  2. iia, mas bro. saya sedang belajar tentang teknik. tapi, masih banyak bahan-bahan pengetahuan seperti ini. walau saya ga liat gambarnya tapi, informasinya terimakasih.... ;;)

    BalasHapus
  3. thanks gan buat artikelnya cukup membantu.... tambah lagi artikel menarik lainnya gan...
    lebih mantap lagi gambarnya diliatin gan biar lebih mengerti..... thanks gan Rajalistrik.com

    BalasHapus